Dari semua hubungan yang ada, teman-teman kitalah yang secara langsung mengungkapkan orang seperti apa kita sebenarnya.
Jika ingin mengetahui seseorang, kita hanya perlu melihat teman-teman yang ada di sekitarnya, yang akan mengenalkan kita pada nilai-nilai dan prioritas mereka bagaimanapun seperti yang sering terlihat, orang-orang yang mempunyai persamaan dalam suatu hal biasanya berkumpul bersama, ‘burung terbang dengan jenis yang sama’.
Teman terbagi menjadi teman yang baik dan teman yang buruk. Teman yang baik akan banyak membantu, tetapi teman yang buruk akan membawa kita ke jalan yang salah. Mampu memilih teman dengan bijaksana sangatlah penting.
Jadi seperti apa teman yang baik itu? Seperti apa teman yang buruk itu? Bagaimana kita dapat memperoleh teman yang baik?
Tiga macam teman yang membawa faedah adalah :
1. Teman yang lurus.
Teman yang lurus memiliki sifat ikhlas dan berbesar hati, ia sangat terbuka dan berterus terang, tanpa terkesan menyanjung. Karakter mereka akan membawa pengaruh yang baik terhadap diri kita. Mereka akan memberikan keberanian disaat kita takut, ketegasan dan ketetapan hati saat kita ragu-ragu.
2. Teman yang setia dan dapat dipercaya
Teman ini jujur dan tulus dalam berurusan dengan orang lain, tidak pernah berpura-pura. Bekerja sama dengan teman seperti ini membuat kita merasa tenang, sabar dan aman, mereka membersihkan dan meningkatkan semangat kita.
3. Teman yang berpengetahuan luas.
Teman seperti ini memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai hal dan telah melihat banyak dari dunia. Pengetahuan dan pengalamannya yang luas akan membantu kita menemukan pilihan. Kita bisa belajar banyak pelajaran yang berguna dari pengalaman-pengalamannya.
Dan ada pula tiga macam teman yang buruk yang harus dijauhi yaitu :
1. Teman yang bermulut manis.
Bermulut manis disini yaitu penyanjung dan penjilat-penjilat yang tidak tahu malu. Teman seperti ini memiliki kebiasaan suka melebih-lebihkan perkataan kita sambil mengamati ekspresi wajah kita. Tujuan mereka membuat kita senang adalah untuk mendapatkan sesuatu dari kita. Hatinya tidak tulus, tidak jujur, dan tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.
Teman seperti ini sangatlah berbahaya, karena setelah mengatakan semua hal yang kita dengar dan memabukkan kita dengan kepuasan yang mulai menguasai kepala kita, ego kita akan berkembang tidak terkendali dan kita akan mulai dibutakan oleh kepentingan diri sendiri dan tidak lagi mempedulikan orang lain. Kita akan kehilangan kemampuan paling mendasar untuk menguasai diri,d an tidak lama lagi akan mendatangkan malapetaka bagi kita. Teman seperti ini perlahan-lahan akan meracuni jiwa kita.
2. Teman yang bermuka dua.
Teman yang seperti ini akan tersenyum dan bersikap manis dihadapan kita, sungguh berseri-seri ketika membarikan pujian dan sanjunga, dibelakang kita dia akan menyebarkan gossip dan fitnah yang berbahaya.
Karena memiliki motif tersembunyi, mereka akan sangat bersahabat terhadap kita daripada seseorang yang tidak memiliki rencana tersembunyi. Maka jika kita tidak hati-hati dan dimanfaatkan oleh orang ini, maka pergelangan tangan kita akan terbelunggu; teman ini tidak akan membiarkan kita pergi, kecuali jika kita membayar dengan harga mahal. Ini merupakan ujian bagi pertimbangan dan pengertian kita terhadap manusia dan cara hidup di dunia.
3. Teman yang pandai beralasan.
Teman seperti ini merujuk kepada orang-orang yang membual dan membesar-besarkan. Orang menjulukinya ‘si jago ngomong’.tidak ada yang tidak diketahui dan tidak ada alasan yang tidak dimengerti oleh orang seperti ini. Mereka berbicara terus menerus membawa kita ke cara berpikirnya hingga tidak dapat tidak kita mempercayainya. Tetapi pada kenyataannya, selain kemampuannya membual, mereka sama sekali tidak memiliki apa-apa. Tetapi pada kenyataanya, selain kemampunnya membual, mereka sama sekali tidak memiliki apa-apa.
Ada perbedaan yang jelas antara orang yang memiliki pengetahuan yang luas dengan orang yang pandai beralasan. Orang yang memiliki pengetahuan luas mempunyai kemampuan dan pengetahuan nyata, sedangkan orang yang pandai beralasan hanya pandai bersilat lidan, tetapi tidak ada isinya, ‘pepesan kosong’ atau ‘tong nyaring bunyinya’.
Diperlukan dua hal jika ingin memperoleh teman yang baik dan menjauhi teman yang buruk, yaitu :
1. Keinginan untuk bergaul dengan teman yang baik
Keinginan ini berasal dari cinta kasih, dan kemampuan untuk mewujudkannya berasal dari kebijaksanaan. Kita harus memiliki memiliki hati tulus, penuh cinta kasih, bersedia lebih dekat dengan orang, dan memiliki keinginan untuk berteman.
2. Kemampuan untuk melaksanakannya.
Kemampuan yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk memilah-milah. Dengan cara seperti ini maka dapat diperoleh teman-teman yang bernilai. Sekali kita memiliki standar dasar ini, kita berada di jalan yang benar untuk memperoleh teman terbaik. Dalam beberapa hal, memperoleh teman yang baik adalah memulai babak baru yang indah dalam kehidupan kita. Teman-teman kita seperti cermin; dengan melihatnya, kita dapat melihat kekurangan kita.
Jika telah mengeti apa yang disebut teman yang baik, kita juga harus tahu bagaimana bergaul dengan baik bersama mereka. Apakah Memiliki teman yang baik berarti bahwa kita harus terus menerus berkumpul bersama?
Segala sesuatu yang melebihi proporsi atau batasan yang tepat di dunia ini akan berakhir melampaui batas, yang seperti kita tahu, sama buruknya dengan tidak melakukan dengan cuku. Sama halnya, saat berhubungan dengan teman, kita haurs memperhatikan batasan-batasannya.
Kita mempunyai minat dan kepentingan masing-masing, tetapi kita harus menunggu saat yang tepat, yaitu saat topic kita telah menjadi fokus perhatian dan semua orang menunggu untuk mendengarkan, disitulah saatnya kita mengemukakan pandangan kita dengan tanpa terburu-buru.
Kita perlu tahu kapan berbicara dan kapan tidak dan perlu tahu seberapa jauh kita lyak melangkah. Ada tiga kesalahan yang umum dilakukan pada saat kita berbicara :
a. Berbicara pada saat belum seharusnya bicara (lancang).
b. Di dalam hal yang seharusnya berbicara tetapi tidak mau berbicara (menyembunyikan rahasia).
c. Berbicara sesuka hati tanpa memperhatikan wajah (buta).
Orang-orang memiliki teman-teman yang berbeda dalam tahap kehidupan yang berbeda. Cara kita bergaul dengan teman-teman yang sesuai pada masing-masing tahap kehidupan perlu benar-benar berhati-hati, yang kadang-kadang kita sebut dengan perangkap. Jika kira dapat melewati perangkap ini, maka kita tidak akan menghadapi tantangan serius lainnya. Tiga tahap dalam kehidupan, yaitu :
a. Tahap muda
Anak-anak muda sangat rawan terhadap kebiasaan impulsive, dan mereka harus berusaha menghindari kesulitan-kesulitan romantic. Kita seing melihat anak-anak SMA dan mahasiswa terganggu oleh masalah-masalah emosional. Pada saat seperti ini, seorang teman yang baik bertindak sebagai penonton, yang melihat sesuatu dengan lebih obyektif dan jelas, maka mereka dapat menawarkan solusi terhadap masalah rumit yang tidak dapat kita selesaikan.
b. Tahap Dewasa
Ketika seseorang menjadi dewasa, kehidupan keluarga mereka telah stabil dan profesi mereka telah mapan, maka hasrat untuk membuat ruang bagi diri mereka sendiri, untuk mengembangkan daerah kekeuasaan. Bagaimanapun besar kemungkinan menyebabkan pertentangan dan konflik dengan orang lain, kedua hal ini daoat menyebabkan hasil yang buruk. Hal yang terpenting bagi seseorang pada usia dewasa adalah lebih berhati-hati terhadap konflik. Daripada berselisih dengan orang lain, lebih baik berjuang melawan diri sendiri dan berusaha menemukan jalan untuk memperbaiki diri. Jika pada alhirnya tidak mendapatkan promosi, selayaknya kita bertanya kepada diri sendiri karena mungkin seharusnya kita dapat melakukan beberapa cara yang lebih baik.
Kita harus berkawan dengan orang-orang yang tenang dan melihat fakta. Mereka akan membantu kita untuk memberikan pandangan jauh dari kemenangan dari kekalahan sesaat, mengatasi godaan materi, mendapatkan kenyamanan spiritual-rohani, dan menemukan tempat untuk berhenti dan beristirahat bagi jiwa.
c. Tahap Tua
Pada usia tua, pikiran orang-orang cenderung melambat dan lebih tenang. Pada tahap kehidupan ini, orang-orang harus belajar berurusan dengan harta benda dan prestasi secara bijaksana. Setelah tua, kala semangat sudah lemah, kita harus berhati-hati terhadap ketamakan. Pada tahap ini kita memerlukan teman yang dapat membantu kita mencapai kata sepakat dengan kehidupan, dan belajar merelakan, dengan demikian kita dapat meninggalkan kejengkelan dan kekecewaan jauh di belakang kita.
Memilih teman adalah memilih jalan kehidupan. Jenis teman yang kita peroleh pertama-tama akan tergantung pada kebijaksanaan dan pembinaan diri kita sebelah dalam; kemudian pada lingkaran terdekat teman-teman ini berbahaya atau bermanfaat bagi kehidupan kita.
Sekali kita memusatkan pada hati dan jiwa kita dan orang-orang yang mengelilingi kita, kita harus memperhatikan cita-cita apa yang akan kita tentukan saat menjalani kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar