Jumat, 27 Mei 2011

Do You Know Where You Going To?

Dalam menjalani kehidupan, kita harus tahu tujuan kita ke mana. Jangan menjalani hidup dengan berpedoman ‘seperti air yang mengalir’, karena hal itu akan membuat hidup kita tanpa arah dan tujuan yang jelas. Orang yang tahu atau mengerti tujuan hidup akan selalu berusaha mengaitkan apa yang dilakukannya sekarang dengan tujuan akhir, sehingga dia akan mengusahakan yang terbaik. Masa depan bukanlah sesuatu yang misterius. Masa depan adalah sesuatu yang kita bentuk/ciptakan dari sekarang.

Memang pada akhirnya hidup kita akan kembali kepada-Nya, tapi itu adalah tujuan jangka panjang. Sebelum perlahan-lahan makin dekat menuju jangka panjang, ada jangka pendek dan menengah. Inilah yang harus kita temukan tujuannya. Contoh: Ada orang yang sudah bekerja selama belasan tahun, tapi tidak juga punya tabungan. Ini akibat dia tidak tahu akan ke mana arah pekerjaan dan karirnya. Orang seperti ini bisa jadi membiarkan lingkungan mendiktenya. Waktu dan kesempatan yang ada disia-siakan. Dan seakan tanpa sadar tiba-tiba dia sudah berada di posisi sekarang. Perjalanan hidup dilakukan tanpa kesadaran.

Mulailah dari tujuan akhir. Ketika kita membuat rencana, sebenarnya secara mental kita sudah sampai pada tujuan dari rencana tersebut. Itu adalah mimpi dan cita-cita. Kalau mental kita sudah sampai, kita tinggal meniti perjalanan fisiknya.

Hidup membutuhkan perencanaan. Tanpa perencanaan kita tidak akan ‘pergi’ ke mana-mana. Skenario utama adalah dari Tuhan yang Maha Menentukan, tapi Tuhan menugaskan kita menjadi pemimpin (leader atau khalifah) di bumi ini, dan menjadi sutradara bagi diri kita sendiri. Untuk itu kita harus merencanakan dan mengusahakan tujuan hidup kita.


by Arvan Pradiansyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar